Editorial

PASSMA: Wadah Kreativitas Sound System Pelajar SMP Negeri 1 Mantup

T

Team IT

21 Jan 2026
39
5 hari yang lalu
PASSMA: Wadah Kreativitas Sound System Pelajar SMP Negeri 1 Mantup
PASSMA: Wadah Kreativitas Sound System Pelajar SMP Negeri 1 Mantup



PASSMA: Wadah Kreativitas Sound System Pelajar SMP Negeri 1 Mantup

Paguyuban Sound System SMP Negeri 1 Mantup atau yang dikenal dengan PASSMA merupakan sebuah komunitas kreatif pelajar yang lahir dari semangat berkesenian dan fenomena budaya populer di kalangan remaja. PASSMA resmi berdiri pada tahun 2024, sebagai respons terhadap maraknya fenomena sound miniatur yang semakin diminati oleh pelajar, khususnya di lingkungan SMP Negeri 1 Mantup.

PASSMA diprakarsai oleh Bapak Amirul Jauhari, S.E., M.M, sosok guru Seni Budaya dan Prakarya yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan bakat siswa. Tidak hanya berperan sebagai pendidik, beliau juga merupakan seorang musisi, keyboardis, serta sutradara di berbagai pementasan teater. Pengalaman dan latar belakang seni yang kuat inilah yang menjadi fondasi utama terbentuknya PASSMA sebagai wadah pembinaan kreativitas, disiplin, dan kerja sama siswa.

Paguyuban ini beranggotakan 59 siswa, yang berasal dari kelas 8 hingga kelas 9. Keberagaman latar belakang anggota menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun solidaritas serta memperkaya ide dan inovasi dalam kegiatan sound system miniatur. Melalui PASSMA, siswa tidak hanya belajar tentang teknis tata suara, tetapi juga tentang manajemen tim, estetika seni, serta tanggung jawab dalam berkarya.

Ketua pertama PASSMA adalah Julio, seorang siswa yang saat ini duduk di kelas 9. Di bawah kepemimpinannya, PASSMA mulai menata struktur organisasi dan mengembangkan berbagai kegiatan positif, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kegiatan internal paguyuban. Julio menjadi simbol semangat generasi muda yang berani berkarya dan berorganisasi sejak dini.

Keberadaan PASSMA di SMP Negeri 1 Mantup diharapkan mampu menjadi sarana penyaluran minat dan bakat siswa secara positif, sekaligus mengarahkan fenomena sound system miniatur ke arah yang edukatif dan kreatif. Dengan pendampingan guru dan semangat kebersamaan antaranggota, PASSMA menjadi bukti bahwa seni dan teknologi dapat berjalan seiring dalam dunia pendidikan.

PASSMA bukan sekadar paguyuban sound system, melainkan ruang belajar, berkarya, dan berproses bagi pelajar untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, bertanggung jawab, dan berbudaya.