Adiwiyata

Hutan Sekolah SMP Negeri 1 Mantup Hasilkan Banyak Inovasi

C

CINDY SARI NARULITA, S.Pd

23 Jan 2026
16
3 hari yang lalu
Hutan Sekolah SMP Negeri 1 Mantup Hasilkan Banyak Inovasi
Hutan Sekolah SMP Negeri 1 Mantup Hasilkan Banyak Inovasi

SMP Negeri 1 Mantup menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (17/10). Penghargaan itu diserahkan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Kepala SMP Negeri 1 Mantup Safiuddin S.Pd, M.Pd.

Safiuddin S.Pd, M.Pd mengatakan, penghargaan itu buah dari perjuangan luar biasa seluruh warga SMP Negeri 1 Mantup. ‘’Perjuangan luar biasa yang ditunjukkan seluruh stakeholder sekolah seperti guru, siswa, kantin dan masyarakat sekitar, yang bersama – sama membantu saya untuk sekolah, membuahkan hasil. Setelah pada tahun 2017 kami memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, pada tahun ini kami memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri,” jelasnya.

Berbagai langkah ditempuh SMP Negeri 1 Mantup untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata Mandiri. Salah satunya, pelaksanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS). ‘’Kami mengintegrasikan perilaku ramah lingkungan dengan pembelajaran pembiasaan dan ekstrakulikuler.  Hal ini juga kami tuangkan dalam kurikulum operasional satuan pendidikan. Seluruh unsur berperan aktif dalam penerapan perilaku ramah lingkungan seperti pembiasaan buang sampah sesuai dengan jenisnya, Jumat bersih, pengurangan sampah plastik, dan lain lain,’’ tuturnya.

Aspek perilaku ramah lingkungan hidup selalu diterapkan. Yakni, kebersihan fungsi sanitasi drainase, pengelolaan sampah, penanaman, pemeliharaan pohon dan tanaman, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi ramah lingkungan

Hutan Sekolah juga ada di SMP Negeri 1 Mantup. Pekarangan luas dipenuhi berbagai jenis tanaman dan pohon. Dari hutan sekolah itu, muncul inovasi – inovasi untuk pengembangan pendidikan dan pengetahuan. Buah dari pohon kecacil misalnya, dijadika sirup. Panen srikaya dimanfaatkan untuk produksi ice cream rasa buah tersebut.

‘’Penghargaan Adiwiyata Mandiri ini merupakan penghargaan yang prestise. Jadi ke depan saya berharap bisa terus dipertahankan dan bahkan bisa menginspirasi. Apalagi, dari sekitar 400 ribu lembaga SD, SMP, dan SMA Se-Indonesia, baru sekitar lima ribu sekolah yang memiliki predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri,” kata Safiuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lamongan, Andy Kurniawan, menuturkan, penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap komitmen sekolah yang sudah konsisten dalam menerapkan gerakan peduli berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS). 

‘’Terlaksananya PBLHS secara berkelanjutan tentu akan membawa dampak positif, utamanya pada peningkatan kualitas lingkungan hidup daerah sekitar," ujarnya.

Sumber : jawapos